Pakai Masker Nazi saat Belanja

Pasangan Kulit Putih di AS Pakai Masker Nazi saat Belanja

Pakai Masker Nazi saat Belanja – Sepasang pria dan wanita memakai masker bergambar logo Nazi di sebuah pusat perbelanjaan Walmart di Marshall, Minnesota, Amerika Serikat ( AS).

Pasangan kulit putih dari Amerika Serikat kedapatan memakai masker kain dengan simbol Swastika yang dipakai Nazi ketika berbelanja di supermarket Walmart, Marshall, pada akhir pekan kemarin. Ulah keduanya direkam oleh seorang warganet bernama Raphaela Mueller dan video itu diunggah ke Facebook.

Setelah viral di internet, sejumlah pihak pun mengungkapkan kecaman mereka terhadap pasangan itu, termasuk Wali Kota Marshall, Minnesota, Robert Byrnes yang sangat kecewa dengan perilaku dua orang warganya tersebut.

Apa yang terjadi?

Dilansir icsdchurches.com Insiden terjadi pada Sabtu ketika pasangan berusia 59 dan 64 tahun sedang melakukan pembayaran di kasir Walmart. Pada hari tersebut, Gubernur Minnesota Tim Waltz memberlakukan kewajiban memakai masker di ruang publik, termasuk supermarket.

Mueller, sang perekam video, yang kebetulan berada di lokasi bersama pasangannya, merekam dua orang tersebut. Walau jelas menggunakan masker berlogo Nazi, tapi keduanya membantah pengikut partai yang didirikan diktator fasis Adolf Hitler itu.

“Anda tak mengerti. Saya bukan seorang Nazi,” kata perempuan dalam video.

Orang yang merekamnya balik bertanya, “Lalu mengapa Anda memakai masker sialan itu?”. Dia menjawab bahwa itu adalah bentuk protes atas terpilihnya Joe Biden sebagai kandidat presiden dari Partai Demokrat.

“Jika Anda memilih Biden, Anda akan [tinggal] di Jerman Nazi. Itu yang akan kalian dapatkan. Sosialisme!,” kata perempuan dalam video. Ia bahkan sempat mengacungkan dua jari tengahnya ke arah kamera.

Larangan Berbelanja Kembali

Apa respons resmi terhadap mereka?

The Star Tribune melaporkan bahwa polisi langsung dipanggil ke lokasi. Manajemen Walmart pun mengeluarkan sikap berupa larangan berbelanja kembali terhadap dua orang itu. Menurut pengelola supermarket, keduanya telah melanggar peraturan anti-diskriminasi.

“Apa yang terjadi hari ini di toko kami di Marshall, MN, tidak bisa diterima,” kata Walmart dalam sebuah pernyataan tertulis resmi yang dikutip TMZ.

“Kami berjuang menyediakan sebuah lingkungan berbelanja yang aman dan nyaman bagi semua pelanggan dan tak ada toleransi terhadap semua bentuk diskriminasi atau pelecehan di aspek bisnis kami yang mana saja,” tambahnya.

“Kami meminta setiap orang memakai penutup wajah saat memasuki toko kami demi keselamatan mereka dan yang lain, dan sayangnya ada beberapa orang yang menjadikan pandemik ini sebagai kesempatan untuk menciptakan situasi menyebalkan bagi pelanggan dan mitra kami di toko.”

Dari Wali Kota sampai Gubernur ikut mengecam

Pemerintah pun menunjukkan sikap tidak setuju dengan ulah pasangan itu. Wali Kota Byrnes menjelaskan bahwa keduanya tak mewakili 14.000 warga Marshall.

“Saya pikir, seperti semua orang, saya terkejut melihatnya. Hampir tidak terlihat nyata dan reaksi pertama saya adalah ini merupakan sesuatu yang dibuat-buat untuk kepentingan media sosial,” ujarnya, seperti dikutip KSTP.

Waltz, selaku Gubernur Minnesota, mengatakan lewat Twitter bahwa perilaku pasangan tersebut memalukan, jelas, dan sederhana. Apalagi, Minneapolis, sebuah kota di negara bagian Minnesota, diwarnai oleh protes anti-rasisme selama berminggu-minggu menyusul kematian laki-laki kulit hitam George Floyd pada akhir Mei lalu di tangan polisi setempat.