Minat Belanja Online Melonjak di Tengah Pandemi

Minat Belanja Online Melonjak di Tengah Pandemi

Minat Belanja Online Melonjak di Tengah Pandemi – Pengusaha retail dan bahan pokok mengungkap penjualan online melesat hingga ratusan kali lipat. Pasalnya, masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah demi mencegah penyebaran virus corona.

Marketing Director PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Ryan Alfons Kaloh mengatakan perusahaan menuai penjualan online tertinggi selama Mei dengan pertumbuhan ratusan persen dari biasanya.

“Walau sejak tahun lalu kami sudah investasi jutaan dolar untuk membuat sistem tapi seumur-umur kontribusi (online) tertinggi Mei lalu. Transaksi online meningkat ratusan persen,” ucapnya lewat video conference pada Selasa.

Frekuensi pembelian di gerai langsung diakuinya menurun tetapi untuk jumlah item per keranjang mengalami peningkatan. Namun, ia tak merinci lebih lanjut kenaikan dan penurunan yang ada.

Selain retail, tren kenaikan penjualan juga terjadi pada penjualan bahan pokok. Manager Toko Tani Indonesia Center Inti Pertiwi Nashwari menyebut pihaknya mencatatkan penjualan tertinggi pada Mei lalu.

Omzet usaha di bawah naungan Kementerian Pertanian (Kementan) tersebut melejit sangat tinggi mencapai Rp886 juta per harinya atau naik 2-3 kali lipat dari rata-rata omzet harian di kisaran Rp300 juta per hari.

Inti menyebut kenaikan tersebut disumbang terbesar dari penjualan online yang ditopang insentif bebas ongkir untuk lokasi tak melebihi 2,5 kilometer (Km) dari gerai terdekat.

Selama bulan April hingga 25 Mei 2020, Pasar Mitra Tani Online meraup omzet sebesar Rp2,74 miliar yang berasal dari 25.239 pemesanan. Komoditas daging sapi, katanya, menyumbang omzet terbesar yaitu Rp1,15 miliar.

“Pada 21 Mei kami mencatat penjualan tertinggi yaitu Rp886 juta per hari, malah meningkat karena selama pandemi covid-19, penyedia bangan pada tidak beroperasi. Peningkatannya naik 2-3 kali lipat,” ungkapnya.

Keterjangkauan harga, tambahnya, merupakan faktor pertimbangan pembeli. Ia memastikan Toko Tani Indonesia Center tak menjual harga komoditas di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Contohnya seperti gula harus jual Rp12.500 per kilogram (Kg), kami bisa jual segitu karena punya koneksi langsung ke distributor pabrik gula,” pungkasnya.