Masjid yang Disiram Cahaya Merah

Masjid yang Disiram Cahaya Merah Muda di Iran

Masjid yang Disiram Cahaya Merah Muda di Iran – Masjid Nasir al-Mulk di Iran dikenal sebagai Masjid Pink, karena setiap pagi sinar matahari menyinari mozaik kaca berwarna-warni di jendelanya yang memancarkan semburat cahaya berwarna merah muda ke dalam ruangannya.

Penempatan kaca mozaik di dalam masjid menjadi catatan sejarah, bahwa kerajinan tangan di Iran sangat maju pada saat itu. Sang pemimpin, Mirza Hasan Ali Nasir al-Mulk, juga sangat terbuka dengan budaya Eropa dan Amerika.

Sehingga ia meminta eksterior dan interior masjid dibuat semodern mungkin, termasuk Daftar Poker Online Indonesia bermotif bunga. Tak hanya kacanya saja yang mengagumkan, hamparan permadani Persia dengan warna yang apik menambah keindahan masjid ini.

Interior masjid ini patut diapresiasi, mengingat pada masa itu sebagian besar pada pekerja membangun segala keindahan Masjid Nasir al-Mulk tanpa bantuan alat yang canggih.

Hingga saat ini saya masih yakin, kalau foto saya yang terlalu imut dalam lamaran kerja menjadi salah satu alasan saya ditempatkan sebagai guru bahasa Inggris untuk taman kanak-kanak di Turki. Padahal di sekolah tempat saya kerja ini juga ada SD dan SMP.

Saya telah bermukim di Turki sejak Agustus 2019. Ini adalah Ramadan dan IdulFitri pertama saya di negara empat musim. Saya datang ke Turki seorang diri dengan dua koper besar. Berangkat dari Tegal, menyambung penerbangan ke Jakarta-Muscat, lalu Muscat-Istanbul, dan Istanbul-Ankara. Total perjalanan sekitar 18 jam plus transit. Tak disangka sebelumnya saya berani dan bisa melakukannya!

Di Turki saya tinggal di apartemen yang berada di kota Cankaya, Ankara, bersama dua orang teman dari Brasil dan Tunisia, bernama Lucas dan Ayda. Keduanya juga guru bahasa Inggris di sekolah yang sama dengan saya.

Masjid Nasir al-Mulk juga ada museum sejarah Islam dan Iran

Pengalaman saya bekerja sebagai guru bahasa Inggris di sebuah tempat kursus terkenal di Indonesia dan ijazah Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris membawa saya bisa meniti karier ke Turki.

Untuk bisa menikmati pemandangan bak kaleidoskop di sini, turis bisa datang pada pukul 09.00 sampai 11.00. Karena ini tempat ibadah, maka turis wajib datang mengenakan pakaian sopan dan menjaga ketenangan.

Selain tempat ibadah, di Masjid Nasir al-Mulk juga ada museum sejarah Islam dan Iran yang bisa dikunjungi. Kota Shiraz dapat dengan mudah dikunjungi dengan bus, kereta api, atau pesawat dari kota-kota besar lainnya, seperti Isfahan atau Tehran.

Selain Masjid Nasir Al-Mulk yang menjadi alasan untuk singgah di kota Shiraz, ada banyak hal lain yang dapat dilakukan di Shiraz, termasuk mengunjungi kota kuno Persepolis dan melihat makam Hafez yang terkenal.

Sekolah tempat saya mengajar merupakan sekolah internasional yang sistem belajar mengajarnya menggunakan dua bahasa, Turki dan Inggris.

Setiap hari saya meladeni bocah-bocah lucu berusia 3-4 tahun. Awalnya saya gentar karena tak paham betul soal psikologi anak di usia tersebut. Di bulan pertama saya juga kesulitan menyampaikan materi mengajar di kelas. Namun lama kelamaan, saya bisa beradaptasi.

Satu kelas berisi 15 anak dan dipandu satu guru bahasa Inggris, satu guru bahasa Turki, dan asisten guru yang bertugas mengantar anak ke toilet dan lainnya https://woodcraftunfinishedfurniture.com/

Mengajar anak TK berarti mengubah metode belajar setiap 15 menit sekali, karena anak-anak balita itu cepat sekali bosan. Saya menggabungkan cerita, bernyanyi, pemutaran video, dan permainan untuk menyampaikan materi pelajaran.

Berlokasi di kota Shiraz, Provinsi Fars, Masjid Nasir al-Mulk dibangun dalam masa Dinasti Qajar dan dibuka pada tahun 1888. Arsiteknya Mohammad Hasan-e-Memār – yang juga membangun Taman Eram nan indah, bersama Mohammad Hosseini Shirazi dan Mohammad Rezā Kāshi-Sāz-e-Širāzi.