Mall Rasa Istana, Ini Fakta Menarik GUM Shopping Centre Moscow

Mall Rasa Istana, Ini Fakta Menarik GUM Shopping Centre Moscow

Mall Rasa Istana, Ini Fakta Menarik GUM Shopping Centre Moscow – Sebagai negara komunis Rusia ternyata memiliki banyak tempat seru yang menarik untuk dieksplor. Salah satunya adalah GUM Shopping Centre, yang pasti nya sudah tidak asing lagi di telinga para pelancing dunia.

Di kota moscow terdapat mall trbesar di rusia. kalau di lihat mall ini lebih mirip istana ketimbang di sebut sebagai mall. bangunannya super megah dengan arsitektur cantik khas Eropa klasik. Di dalamnya pun berjajar ratusan gerai barang mewah yang siap memanjakan para penggila belanja.

Buat kamu yang belum berkesempatan mengunjungi mall ini, yuk simak fakta-fakta menariknya Download IDN Poker berikut.

1. Dibangun sejak abad ke-18 atas instruksi Ratu Catherine II 

GUM adalah singkatan dari Glavnyj Universalnyj Magazin yang berarti Main Universal Store, atau setara dengan pusat perbelanjaan utama. Mall ini sudah dibangun sejak akhir abad ke-18 di era pemerintahan Ratu Catherine II. Beliau menunjuk seorang arsitek neoklasik asal Italia bernama Giacomo Quarengi, untuk merancang bangunan pusat perbelanjaan terbesar di tengah kota.

2. Berada satu kawasan dengan situs warisan budaya dunia yang dilindungi UNESCO

GUM Mall berada di kawasan pusat pemerintahan Kremlin, berdekatan dengan 3 situs warisan budaya dunia yang dilindungi UNESCO. Rusia menyumbang 3 tempat ke dalam daftar situs budaya UNESCO yaitu gedung pemerintahan Kremlin, Red Square atau Lapangan Merah yang menjadi ikon kota Moscow, dan Gereja Katedral Santo Basil.

GUM berdiri sederet dengan Gereja Katedral Santo Basil, sesuai dengan instruksi Ratu Catherine II yang menginginkan pusat perbelanjaan mewah ini menghadap ke arah Red Square.

#Mengandung bangunan yang berunsur sejarah

3. Sempat ditutup selama 25 tahun pada tahun 1928-1953

Pada tahun 1928, GUM sempat ditutup karena dialihfungsikan oleh Joseph Stalin sebagai ruang kantor dewan komite. Kemudian pada tahun 1932 terjadi tragedi bunuh diri yang dilakukan oleh Nahzeda, istri Stalin. Jenazahnya sempat disemayamkan beberapa hari di gedung ini. GUM kembali dibuka pada tahun 1953 dengan ratusan toko di dalamnya yang selalu ramai antrean pengunjung.

4. Pembangunannya menggunakan material mahal dan berkualitas tinggi 

Pembangunan GUM berlangsung selama 3 tahun (1890-1893) di bawah instruksi arsitek Alexander Pomerantsev dan ahli teknik bernama Vladimir Sukhov. Gedung sepanjang 242 meter ini memiliki atap kaca yang terbuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi.

Berdiameter 14 meter, rangka atapnya yang berbentuk melengkung ini dibuat dari 50 ribu potong logam. Beratnya mencapai 820 ton dan sudah teruji kuat menampung tumpukan salju di musim dingin.

Untuk panel terdiri dari 20 ribu lebih lembaran kaca tebal, yang beratnya pun mencapai 800 ton lebih. Setiap lantai terbuat dari beton, dengan desain arcade cantik berlapis granit merah Finlandia, marmer Tarusa dan batu kapur. Wuih, megah banget kan?

5. Separuh sahamnya dimiliki pengelola butik dan barang mewah Rusia, Bosco di Ciliegi 

Di awal tahun 90-an saat kejayaan Uni Soviet berada di ujung tanduk, saham GUM mulai diprivatisasi oleh beberapa orang. Tepat setelah Uni Soviet dibubarkan, barulah kepemilikan saham diambil alih sepenuhnya oleh perusahaan bernama Perekryostok.

Urusan saham mengalami perubahan lagi di pertengahan tahun 2005. Bosco di Ciliegi yang berperan besar dalam distribusi barang mewah di Rusia membeli separuh saham GUM hingga kini.