Begini Olah Sampah Kantong Plastik Setelah Belanja

Bisa Hasilkan Uang, Begini Olah Sampah Kantong Plastik Setelah Belanja

Begini Olah Sampah Kantong Plastik Setelah Belanja – Bicara soal daur ulang sampah, kebanyakan sampah yang di-recycle adalah sampah plastik seperti botol air mineral atau yang bentuknya lebih besar karena dianggap lebih bernilai dan lebih fleksibel.

Bicara soal daur ulang sampah, kebanyakan sampah yang di-recycle adalah sampah plastik seperti botol air mineral atau yang bentuknya lebih besar karena dianggap lebih bernilai dan lebih fleksibel. Lalu, bagaimana dengan sampah plastik seperti kantung kresek? Padahal jumlahnya semakin banyak setiap harinya.

Karena semakin banyaknya jumlah sampah plastik dan berpotensi mengganggu kenyamanan hidup, baik untuk manusia dan lingkungan, Azis Pusakantara seorang sociopreneur asal Jakarta ini justru menyulap sampah plastik menjadi sumber penghasilannya. Simak kisahnya yang di lansir langsung oleh athleticfieldmarker.com di sini, yuk!

Terinspirasi dari Evoware yang sudah lebih dulu terjun ke dalam bisnis ramah lingkungan

Dalam sebuah kesempatan, Azis juga mengungkapkan bahwa salah satu inspirasi terbesar dari adanya Eco-Pavings di tengah masyarakat adalah Evoware sebagai salah satu perusahaan yang sudah lebih dulu terjun ke bisnis ramah lingkungan. Berbeda Evoware yang berinovasi dengan kemasan makanan untuk mengurangi sampah plastik, Eco-Pavings lebih fokus pada pengendalian sampah yang dituangkan dalam produknya. Wah, Indonesia butuh lebih banyak nih orang-orang seperti Azis nih!

Azis dan timnya jadi salah satu orang yang berhasil membuat nyata mimpinya

Dengan inovasi yang diciptakan dari kantong plastik yang selama ini jarang dimanfaatkan kembali oleh masyarakat, Azis dan timnya berhasil membawa pulang modal kerja untuk mengembangkan bisnisnya senilai 100 juta Rupiah Gerakan Secangkir Semangat #buatnyatatujuanmu persembahan Kapal Api.

Dalam kesempatan ini, Azis mengungkapkan bahwa modal kerja yang ia dapatkan akan dimanfaatkan secara optimal. “Modal kerja ini akan kami manfaatkan untuk memperbaiki atau menyempurnakan mesin Eco-Pavings yang sudah ada. Kemudian, kami akan memperbanyak volume produksi Eco-Pavings, karena sekarang sudah lebih banyak yang memesan produk kami, baik itu sistem berupa mesin atau pendampingan pembuatan Eco-Pavings,” ujar Azis.

Di akhir kesempatan, Azis sempat memberikan tips untuk millennial yang ingin mengikuti jejaknya dalam menggeluti dunia sociopreneurship. Langkah pertama adalah dengan terlebih dahulu mendaftar tanpa memikirkan hasil. Kemudian Azis juga memberikan saran dalam penulisan konsep di proposal untuk teman-teman yang ingin mengikuti jalannya.

Berawal dari sampah plastik yang tidak memiliki harga

Berangkat dari kegelisahannya dengan sampah yang terus menumpuk di lingkungan sekitarnya. Azis dan tim prihatin dengan banyaknya sampah plastik yang biasanya tidak dimanfaatkan karena sulit diolah kembali. Dan tidak memiliki nilai ekonomis jika dijual kembali. Berawal dari permasalahan ini, akhirnya ia dan timnya mulai memutar otak untuk membuat suatu inovasi. Dari sampah plastik agar nilai ekonominya dapat meningkat lebih tinggi.

Dari sinilah kemudian lahir Eco-Pavings, sebuah inovasi paving block yang terbuat dari sampah kantong plastik. Eco-Pavings yang berasal dari plastik ini juga nggak kalah dengan paving block biasa yang terbuat dari semen dan bahan dasar lainnya loh. Bahkan Eco-Pavings ini lebih kuat dari paving-blocks biasa. Selain bisa lebih awet, dengan menggunakan Eco-Pavings juga lebih eco-friendly nih buat lingkungan. Keren banget kan?

Ingin melakukan pemberdayaan bagi para pemuda pengangguran

Seolah belum puas dengan inovasi yang ia buat, Azis dan timnya juga ternyata mempunyai fokus lainnya dalam pembuatan Eco-Pavings ini. Kepada tim IDN Times, Azis mengungkapkan ada beberapa goal yang ingin dicapai oleh ia dan timnya.

Salah satu dampak yang menjadi tujuan dari Eco-Pavings sendiri merupakan pemberdayaan bagi para pemuda pengangguran yang ada di Citeureup, Bogor. Nggak heran kalau Azis juga menjadikan dampak sosial maupun lingkungan sebagai tujuannya dan nggak hanya fokus pada pengembangan bisnisnya saja.