Tips Belanja Perabotan Rumah yang Gak Bikin Kantong Bolong

Tips Belanja Perabotan Rumah yang Gak Bikin Kantong Bolong

Tips Belanja Perabotan Rumah yang Gak Bikin Kantong Bolong – Sebuah perabot rumah, perabot domestik, atau perabot rumah tangga, adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk membantu aktivitas yang dilakukan di rumah, seperti memasak, membersihkan, dan mengawetkan makanan. Perabot rumah dibagi menjadi tiga tipe, yakni: perabot kecil; perabot besar elektronik konsumen.

Membeli perabotan rumah bisa jadi suatu keharusan bagi orang-orang yang baru memiliki rumah. Namun sayangnya, harga perabotan tidaklah murah. Bahkan menurut Lifepal, harganya bisa 30 persen lebih mahal dari harga rumah.

Hal itu jelas akan menjadi beban tersendiri, apalagi bagi orang-orang yang hanya memiliki dana poker deposit pulsa 10rb tanpa potongan terbatas. Lantas, bagaimana cara yang tepat untuk bisa membeli perabotan rumah tanpa membuat kantong bolong?

1. Siapkan dana jauh-jauh hari

Dana yang harus dikeluarkan untuk membeli perabotan bisa mencapai puluhan, bahkan ratusan juta rupiah. Jika dana yang dimiliki terbatas, maka lakukan perencanaan untuk belanja perabotan.

Selain itu, untuk meringankan pengeluaran, coba untuk membeli perabotan secara bertahap agar tidak perlu mengeluarkan biaya sangat besar pada satu waktu.

Jangan lupa juga untuk mencari tahu berapa estimasi harga masing-masing perabotan tersebut lalu jumlahkan seluruhnya. Ketika jumlah dana yang di butuhkan untuk membeli perabotan itu sudah diketahui maka tentukanlah waktu kapan untuk berbelanja.

2. Prioritaskan beli yang “dibutuhkan” terlebih dulu

Di saat ingin melakukan pembelian, belilah perabotan yang kiranya sangat di butuhkan terlebih dulu, seperti barang-barang di kamar tidur utama, kamar mandi, dapur dan ruang makan.

Adapun perabotan yang pada umumnya ada di empat ruangan itu adalah lemari es, kompor, peralatan masak standar, tempat tidur, kasur, lemari baju, berbagai meja pelengkap, kursi, alat pembersih ruangan dan lainnya.

Mengingat barang-barang tersebut akan sering di gunakan dalam jangka panjang, maka ada urgensi bagi kita untuk membeli yang berkualitas dengan merek terkenal dan harga lebih mahal ketimbang yang ada di pasaran.

“Penuhilah terlebih dulu perabotan-perabotan tersebut sebelum Anda membeli perabotan lain. Perabotan seperti AC, televisi, dan yang bersifat hiburan atau dekorasi bisa di beli di lain waktu, lalu untuk mesin cuci, Anda pun bisa menggunakan jasa laundry jika memang belum sanggup untuk membelinya,” kata Lifepal.

3. Untuk barang elektronik, pakai strategi upgrade jika kekurangan dana

Setiap keluarga memiliki beban keuangan yang berbeda-beda. Tidak semua keluarga mampu membeli peralatan elektronik penting bermerek terkenal dan kualitas nomor satu.

Anggap saja, bagi keluarga muda dengan satu anak yang rutin memasak, idealnya mereka memiliki lemari es dengan kapasitas ruang 500 liter. Anggap saja, jika satu keranjang belanja memiliki kapasitas 18 liter, maka lemari es 500 liter bisa menampung 27 keranjang belanja.

Jikalau lemari es yang memiliki ruang 500 liter belum terbeli, maka belilah lemari es dua pintu dengan kapasitas ruang 300 liter dulu. “Saat penghasilan Anda bertambah dan kondisi keuangan membaik, Anda pun bisa melakukan upgrade lemari es ke kapasitas yang lebih besar, jika memang di butuhkan,” jelasnya.

“Lemari es lama Anda pun bisa di manfaatkan khusus untuk menyimpan sayur mayur dan bahan makanan di dapur, atau di jual kembali,” tambah Lifepal.

Strategi ini sendiri tidak hanya berlaku untuk pembelian lemari es, melainkan juga pada perabotan lain seperti televisi, mesin cuci, kompor, dan lainnya.

4. Jangan termakan gimmick saat beli barang elektronik

belanja%20ecommerce - Tips Belanja Perabotan Rumah yang Gak Bikin Kantong Bolong

Dalam memilih peralatan elektronik, jangan pernah abaikan kualitas dan konsumsi daya listrik. Gimmick hemat energi dan teknologi terbaru umumnya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.

Lakukan riset yang lebih mendalam seputar produk yang ingin di beli. Mintalah referensi untuk peralatan elektronik dari rekan atau saudara sebelum membeli. Cari tahu lebih dalam seputar cara perawatan serta lokasi servis peralatan elektronik yang di incar.

Selain itu, tanyalah dengan detail ke pihak penjual peralatan elektronik mengenai berbagai hal, seperti konsumsi daya listrik harian dari barang tersebut. “Jangan sampai karena termakan iming-iming iklan yang di pasang, Anda kecewa di kemudian hari,” kata Lifepal.

5. Jika tak dapat diskon, beli perabotan bekas

belanja%20ecommerce(3) - Tips Belanja Perabotan Rumah yang Gak Bikin Kantong Bolong

Diskon perabotan rumah adalah hal yang di tunggu-tunggu oleh banyak orang. Namun kesempatan itu tidak selalu ada untuk barang yang di butuhkan.

Oleh karenanya, tidak salah untuk mempertimbangkan membeli perabotan bekas berupa kursi, meja, lemari, rak, dan perabotan non-elektronik lainnya.

“Selama perabotan itu masih bagus dan layak pakai, tentu Anda bisa menghemat pengeluaran dengan tidak membeli perabotan baru dengan harga yang lebih mahal,” jelas Lifepal.

6. Perhatikan hal berikut jika harus berutang untuk beli perabotan

Membeli perabotan dengan cicilan kartu kredit tentu boleh di lakukan, asalkan memperhatikan hal-hal berikut:

– Sangat membutuhkan perabotan itu

– Cicilan tersebut bersifat tanpa bunga atau tanpa biaya layanan

– Mendapat potongan harga jika melakukan pembayaran lewat kartu kredit

– Jumlah cicilan utang saat ini tidak melebihi 35 persen dari penghasilan bulanan

– Barang yang di beli dengan cicilan adalah barang untuk penggunaan dalam jangka waktu lama