Tips Aman Belanja Online Biar Gak Kena Phising

Tips Aman Belanja Online Biar Gak Kena Phising

Tips Aman Belanja Online Biar Gak Kena Phising – Anda perlu waspada terhadap aktivitas phising. Kejahatan online ini masih kerap terjadi dan terus menjadi ancaman bagi aktivitas online. Bagi kamu yang suka berselancar di internet, khususnya belanja online, kamu perlu hati-hati dengan kejahatan phising.

Dilansir doelgercenter.com, phising bisa membuat saldo di dompet digital kamu terkuras tanpa kamu sadari. Data-data penting kamu pun bisa dicuri seperti identitas diri berupa KTP, nomor kartu ATM, PIN, password e-commerce dan masih banyak lainnya. Nah, simak sejumlah tips berikut ini ya agar kamu tidak kena phising.

Waspadai isi survei dengan iming-iming bisa dapat hadiah

Modus phishing kerap dilakukan dengan mudah melalui internet seperti permintaan survei dengan iming-iming hadiah yang menggiurkan. Kamu perlu waspada bila ada pertanyaan yang sudah menyangkut hal-hal sensitif terkait data keuangan yakni diminta untuk menyebutkan nomor PIN, nomor rekening, nama ibu kandung, hingga kode OTP.

Memang tidak selalu semua survei online itu penipuan, kamu hanya perlu lebih waspada. Pastikan email yang dikirimkan tidak mengandung virus malwarelink-link survei juga aman.

Kalau kamu disuruh untuk mengisikan data-data pribadi dan bank yang sifatnya sensitif, jangan mau. Apalagi sampai disuruh mengirimkan sejumlah uang untuk menebus hadiah survei, jangan mau ya!

Pakai password yang kuat

Jangan lupa untuk ganti kata sandi secara rutin, minimal tiga bulan sekali. Cek semua sandi transaksi digital kamu, mulai dari akun perbankan, akun belanja di e-commerce hingga akun dompet digital.

Kamu juga harus selalu aktifkan verifikasi dua langkah. Misalnya, dari nomor telepon/SMS dan email. Hal ini penting sebab apabila terjadi aktivitas login di perangkat/negara/tempat lain yang mencurigakan, maka Anda akan mendapatkan notifikasinya.

Jangan sembarangan klik link!

Waspada dan hindari mengeklik sembarangan link yang terkirim dari email, pesan singkat dari SMS/WhatsApp ataupun dari DM (direct message) media sosial. Berhati-hatilah, sebab ada banyak situs abal-abal hingga akun sosial palsu yang beredar.

Menderita Banyak Kerugian, Baik Menjadi Korban Pencurian Data Maupun Korban Penipuan

Jangan mau ditawarkan update data

Jangan percaya dengan telepon maupun email yang mengaku dari pihak bank ataupun pihak lainnya. Asal tahu saja, bank biasanya selalu menyarankan kamu untuk datang langsung ke cabang untuk melakukan update data. Kalaupun tidak, kamu yang harus melakukan sendiri, tanpa ada campur tangan pihak bank.

Jangan bertindak gegabah dan terburu-buru mengeklik email ataupun link yang ada di dalam email tersebut, termasuk apabila mendapat undangan kalendar. Kamu harus selalu bersikap waspada, khususnya apabila ada email yang meminta informasi pribadi seperti nomor telepon, rekening bank dan lain sebagainya.

Awas modus produk murah dan diskon besar

Modus phishing melalui transaksi online biasanya dijalankan melalui penawaran produk murah, tawaran bisnis, tawaran hadiah dan lainnya. Kamu harus waspada dengan “iklan” yang tak wajar karena bisa jadi ‘sasaran’ penipuan siber. Berhati-hatilah dengan tawaran iklan (sponsor) di dunia maya karena hal tersebut bisa merugikan kamu kalau sampai data kamu tercuri.

Jangan sampai kamu terjebak ke situs yang mengandung jebakan phising. Pastikan kamu menuliskan dengan benar sebuah situs hingga domainnya. Karena salah domain, meski namanya sama, kamu bisa masuk situs yang salah.

Jaga Kerahasiaan OTP dan data pribadi 

Kamu tidak boleh mengabaikan hal ini. Kode OTP yang masuk melalui SMS / email sifatnya rahasia. Jangan pernah berikan kode OTP kepada siapa pun termasuk pihak-pihak yang mengatasnamakan dari perusahaan tertentu.

Pakai antivirus dan lakukan reset gadget kamu

Kami harus instal antivirus terbaru di laptop maupun smartphone. Kamu juga bisa me-reset ponsel dan hapus aplikasi atau unlink device saat ganti ponsel baru.

Saat kamu ingin ganti gadget, jangan lupa ya untuk melakukan bersih-bersih data di ponsel lama. Hal ini penting agar data-data pribadi yang tersimpan di dalam aplikasi yang ada di smartphone ataupun laptop tidak berpindah tangan.