Langkah-langkah agar Tetap Aman Berbelanja di Bandara Soekarno Hatta

Langkah-langkah agar Tetap Aman Berbelanja di Bandara Soekarno Hatta

Langkah-langkah agar Tetap Aman Berbelanja di Bandara Soekarno Hatta – Berbelanja adalah suatu aktivitas yang biasa di lakukan oleh setiap orang. Bukan hanya perempuan, laki-laki pun juga melakukan aktivitas belanja. Belanja bisa di lakukan dimana saja, misalnya di pasar.

Pasar dalam pengertian konkret adalah tempat dimana pembeli dan penjual bertemu untuk melakukan jual beli. Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan bandara-bandara yang di kelola oleh PT Angkasa Pura II telah kembali membuka layanan tenant ritel dan food and beverage.

Pembukaan ini di sertai sejumlah aturan yang di terapkan pihak bandara. Nah, bagi kamu yang menjadi pengunjung yang akan berbelanja di tenant-tenant Bandara Soekarno Hatta, perhatikan aturan ini. Selama masih pandemik COVID-19, kamu perlu menerapkan Aplikasi IDNPlay Terbaru hal-hal yang di imbau pihak bandara berikut ini.

1. Bertransaksi secara cashless dan ikuti aturan standar untuk kesehatan

Pertama, penumpang pesawat atau pengunjung bandara wajib menggunakan masker ketika berada di salah satu tenant. Jangan lupa, menggunakan hand sanitizer setelah menyentuh barang-barang.

Kedua, pengunjung juga di imbau bertransaksi secara cashless dengan menggunakan dompet digital, uang elektronik, kartu debit, atau kartu kredit.

“Saat ini aspek kebersihan dan kesehatan di kedepankan, sehingga mungkin membutuhkan waktu lebih untuk memproses segalanya di tenant komersial. Misalnya dalam hal pembayaran di lakukan secara cashless, serta lalu lalang di dalam tenant juga tidak bebas seperti halnya dalam keadaan normal,” ujarnya

Untuk menjaga agar penumpang tetap higienis, penumpang di minta tidak langsung menggunakan barang-barang yang baru di beli. Seringkali penumpang pesawat membeli barang untuk mendukung penerbangan seperti kabel chargerpowerbank, tas, hingga travel pillow. Sebaiknya barang-barang tersebut terlebih dahulu di bersihkan menggunakan cairan disinfektan.

“Atau apabila tidak memungkinkan maka sebaiknya di bersihkan terlebih dahulu di kota tujuan sebelum di gunakan.”

2. Perkirakan waktu agar tidak ketinggalan pesawat

Untuk mengantisipasi waktu lebih lama dalam berbelanja itu, hal selanjutnya yang tidak kalah penting ialah masalah waktu. Penumpang pesawat harus memperhitungkan betul apakah masih memiliki waktu yang cukup untuk berbelanja. Jangan sampai ketinggalan pesawat ya!

Untuk menghemat waktu dan berbelanja secara cepat sehingga tetap bisa menjaga physical distancing. Upayakan sebelum tiba di bandara sudah mengetahui barang atau makanan apa yang ingin di beli di terminal penumpang.

3. Tetap physical distancing di mana pun termasuk saat berbelanja atau makan di tenant

Poin keempat, pihak Angkasa Pura menyarankan penumpang pesawat sebaiknya memesan makanan dan minuman untuk di bawa, atau tidak makan di tempat. Hal ini demi menjaga physical distancing.

“Makanan yang di bawa tersebut dapat di nikmati di kursi yang tersedia di boarding lounge atau area lainnya, di mana di jajaran kursi tersebut sudah terdapat rambu-rambu physical distancing,” ucapnya.

Jika memang akan menyantap di lokasi tenant, ada sejumlah hal yang harus di perhatikan. Penumpang pesawat dan karyawan tenant harus memperhatikan physical distancing. Ketika ingin memasuki area tenant, penumpang harus bergantian atau tidak bergerombol.

“Begitu juga antrean saat proses transaksi harus menerapkan physical distancing sedikitnya dengan jarak 2 meter. Di restoran, meja untuk makan sudah di atur sedemikian rupa,” jelasnya.

4. Bandara Soekarno Hatta menyiapkan layanan ritel di segmen kesehatan

Selain itu, Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini tengah menyiapkan layanan ritel di segmen kesehatan guna mendukung penumpang pesawat di tengah pandemik COVID-19.

“Pada prinsipnya kami ingin agar alat pelindung diri seperti masker, hand sanitizer, face shield, sampai dengan obat kumur antiseptik dapat dengan mudah di dapat di bandara-bandara PT Angkasa Pura II,” jelas Awal.

Pada Layanan pertama yang tengah di siapkan yakminvending machine untuk memasarkan APD seperti masker, face shield, antiseptik mulut dan sarung tangan. Layanan kedua yakni digital wayfinding atau mesin peta digital di terminal penumpang yang di fungsikan sebagai media e-commerce untuk pemesanan APD dan obat-obatan.

Layanan ketiga yakni health center yang merupakan tempat bagi calon penumpang pesawat dapat melakukan rapid test atau PCR test, serta layanan medical check up dan menyediakan produk kesehatan, farmasi dan APD.

“Ketiga layanan ini akan di luncurkan dalam waktu dekat di Soekarno-Hatta, kemudian menyusul di bandara lainnya,” jelasnya.