Belanja Baju Tidak Lagi Menjadi Barang yang Diminati saat Pandemi

Belanja Baju Tidak Lagi Menjadi Barang yang Diminati saat Pandemi

Belanja Baju Tidak Lagi Menjadi Barang yang Diminati saat Pandemi – Krisis akibat virus COVID-19 telah menghancurkan berbagai sektor bisnis dan ekonomi. Namun, di balik keganasan pandemi ini, masih ada sebagian kecil entrepreneur yang justru melihat peluang untuk dikembangkan.

Pandemik COVID-19 telah mengubah pola pengeluaran atau belanja masyarakat Indonesia, maupun secara global. Berdasarkan riset Price Waterhouse Coopers (PwC) ada lima jenis produk yang paling banyak di tinggalkan saat pandemik COVID-19. Retail and Consumer Leader PwC, Peter Hohtoulas, menuturkan di Indonesia, produk yang paling banyak di tinggalkan konsumen adalah baju dan alas kaki.

Persentasenya sebagai produk paling tidak di minati di masa ini ialah sebesar 32 persen. Di posisi berikutnya adalah Aplikasi IDN Poker Tahun 2021 produk perlengkapan olahraga dengan 27 persen, di susul produk kecantikan 27 persen, produk perlengkapan kantor 25 persen, dan produk makanan pesan antar 22 persen.

1. Konsumen global juga mengurangi belanja untuk produk baju dan alas kaki

Senada dengan Indonesia, secara global Peter mengungkapkan sebanyak 51 persen konsumen global mengurangi pengeluaran pada belanja baju dan alas kaki.

Lalu, masyarakat mengurangi pengeluaran untuk perlengkapan olahraga sebanyak 46 persen, restoran dan makanan pesan antar 41 persen, perlengkapan kantor 26 persen, dan produk kecantikan 35 persen.

2. Produk yang paling di minati saat pandemik

Sementara menurut dia, produk yang paling banyak di konsumsi masyarakat Indonesia saat pandemik COVID-19 ialah produk kesehatan sebanyak 77 persen. Lalu, di ikuti produk grocery sebesar 67 persen, serta produk hiburan dan media sebesar 54 persen.

“Karena ada pembatasan sosial di berbagai area, jadi masyarakat berdiam diri di rumah,” ujarnya dalam virtual.

Kemudian produk restoran dan makanan pesan antar yakni sebanyak 47 persen dan perlengkapan rumah tangga dan berkebun sebanyak 32 persen.

3. Sebelum pandemik, mayoritas masyarakat menghabiskan waku untuk berbelanja

antarafoto indeks keyakinan konsumen membaik 060720 app 6 88e276f782c01a2fc34950a304c497ac - Belanja Baju Tidak Lagi Menjadi Barang yang Diminati saat Pandemi

Sebelum Adanya masa pandemik, lanjutnya, survei PwC sejatinya menunjukkan mayoritas konsumen Indonesia atau 51 persen menghabiskan uang mereka untuk belanja.

“Pada Masa Sebelum Maret 2020, kami bisa mengatakan setengah dari konsumen di Indonesia membelanjakan uang mereka untuk belanja, travelling, dan makan di luar. Tidak heran, karena saat itu pertumbuhan ekonomi Indonesia 5 persen sehingga konsumen optimis,”ujarnya